Kesabaran Seorang Petani

Pengarang: Max Kaway

Di suatu sore, di musim kemarau, Pak Tani berjalan pulang kerumah, ia baru saja bekerja di ladangnya, ia menyusuri lembah, padang rumput yang luas, disana juga terdapat pepohonan bambu yang merunduk seakan-akan meminta hujan memberikan air kepada tumbu-tumbuhan ini

Setiap pagi Pak Tani melangkah keluar rumah dan melihat ke langit, tetapi tidak ada awan, dan setiap malam sebelum pergi tidur dia melihat lagi ke angkasa apakah ada sekolompok awan kecil yang akan memberikan hujan nanti di pagi hari, tapi tak ada hujan di pagi hari.

Pada suatu pagi di hari-hari berikutnya Pak Tani mendengar sesuatu berbunyi di atas atap rumahnya, ia cepat berlari ke luar untuk melihat kalau-kalau ada air hujan yang turun membasahi bumi, ia coba meregangkan tangannya untuk merasakan kalau ada rintik air hujan dan benar hujan pun turun.

Setelah beberapa hari kemudian hujan terus membasahi bumi, tanah mulai menjadi lembek untuk ditanami.

Pada hari berikutnya Pak Tani bangun pagi-pagi dan menarik kerbaunya ke ladang, setelah membajak ladangnya, dia mulai menanam berbagai tanaman, sayur-sayuran dan buah-buahan, Pak Tani tak mau kehilangan kesempatan yang baik di saat hujan membasahi bumi, ia menyiapkan segala sesuatu dengan sabar, ia mengetahui sebab jika saat musim kemarau tiba nanti, Tanaman yang telah ia tanam akan tumbuh dan siap untuk di panen.

Setelah beberapa bulan berlalu tanaman-tanaman itu pun siap untuk di panen, Pak Tani telah menggunakan kesempatannya untuk menanam dan saat ini ia pun menikmati hasil jerih payahnya.

Tanaman yang ia miliki ia pun membagikan kepada orang lain yang tidak memiliki kesempatan seperti dirinya. Ia merasa bahagia karena telah membagikan hasilnya kepada orang lain yang tidak memiliki keasempatan seperti dia.

Ia pun tersenyum mengucap syukur kepada Tuhan oleh karena berkat yang telah diberikan kepadanya, ia juga berterima kasih karena Tuhan telah memberikan hujan dan juga kemarau, karena setiap saat ia dapat menikmatinya, Pak Tani tidak bersungut-sungut dalam pekerjaannya walaupun sekecil itu, ia selalu sabar walaupun musim kemarau atau musim hujan, karena Pak Tani akan menanam dan akan memiliki hasilnya.

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin di beri kelimpahan.


Apakah Anda Suka?
Copyright 2013 Dongeng & Cerita Anak - All Rights Reserved