Home > Kutukan Pohon Jambu Klutuk

Kutukan Pohon Jambu Klutuk

Pengarang: Anonim

Kategori: Tumbuhan

Arial menapaki jalan menanjak itu dengan hati setengah dongkol. Andai saja dia tak perlu mengambil jalan memutar untuk menghindari kutukan pohon jambu kluthuk di jalan yang membelah tengah desa. Arial tidak mau peristiwa tempo hari terulang kembali, saat dia tertidur nyenyak di bawah pohon dan lupa mengantarkan pesanan kue yang diminta ibunya.

Konon, pohon itu ditanam oleh mbah Aparajita sesepuh di desa mereka. Mbah Aparajita adalah peniup seruling yang hebat, ketika pohon itu mulai tinggi, rimbun dan berbuah lebat, mbah Aparajita senang sekali menghabiskan waktu di bawah pohon tersebut, menikmati buah jambu matang pohon yang selalu ada dan meniup seruling hingga tertidur. Saat mbah Aparajita telah tiada, kutukan itu pun terjadi, barang siapa yang lewat di dekat pohon itu, dia akan tergoda untuk beristirahat dan tertidur di bawah pohon jambu nan rindang itu hingga terlupa tujuan awal perjalanannya.

“Ariaal... Ariaaal!”
“Duh... ini pasti si Constantina.” Gerutu Arial sambil terus berjalan. Tak berapa lama, Constantina telah berjalan di sisinya, dengan riang dan cerewet seperti biasanya. Rambutnya yang selalu berkuncir dua, bergoyang-goyang seperti ekor kuda.
“Mau kemana sih?”
“Mau ke ujung desa, mengantar pesanan kue.”
“Loh, kok lewat sini, rumahmu kan disana... ahaaa aku tahu pasti kau takut terkena kutukan yaaa.” Arial cemberut.
“Masa iya, badan gede begini takut sama kutukan, begini saja, nanti sehabis mengantar kue kutunggu di bawah pohon jambu kluthuk ya, akan ku beri rahasia untuk menangkal kutukan itu.”
“Malas aah, aku nanti lewat sini lagi saja. Kan jalannya menurun kalau pulang jadi enak nggak terlalu capek.”
“Iya, kalau kamu menggelinding nggak terlalu capek, tapi kalau jalan ya sama saja capeknya, pokoknya aku tunggu.” seru constantina tertawa sambil berlari menuju belokan di depan Arial yang masih saja cemberut.

****

“Mana ini si Constantina...” Arial celingukan di bawah pohon jambu kluthuk.
“Hai... mau jambu nggak?” Constantina menuruni pohon jambu dengan cekatan, sakunya menggembul, berisi buah jambu matang pohon yang sepertinya manis dan segar.

Sambil duduk, mereka berdua menikmati buah jambu di bawah pohon.

“Kamu tahu ndak, sebenarnya ini kutukan itu bohong!” kata Constantina dengan wajah serius.
“Kata siapa? Buktinya setiap orang yang lewat sini pasti ketiduran di bawah pohon.”
“Aaaah... Arial, kamu kan belajar Ilmu Alam, masa tidak tahu sih, sebab-sebab orang bisa gampang tertidur di tempat ini.” Constantina mengambil sebuah ranting pohon lalu mulai menerangkan dengan gaya bak bu guru di sekolah mereka.
“Jadi ya, karena pohon itu mengeluarkan oksigen, maka orang yang berada di bawah pohon ini akan merasa segar, karena kebutuhan oksigennya terpenuhi. Yang kedua, lokasi ini dilewati oleh angin yang membuat suasana semakin sejuk, hingga mata pun semakin mengantuk. Dan yang terakhir, orang pasti tergoda memakan buah jambu yang bergelantungan ini hingga perutnya kenyang. Kamu bayangkan saja, perut kenyang, angin segar, whuhaaaa suasana yang sangat enak untuk tidur kan?”

Constantina menerangkan dengan panjang lebar, diakhiri senyuman penuh kemenangan. Arial diam saja, dalam hati dia membenarkan kata-kata Constantina.

“Jadi biar kita tidak mengantuk dan tertidur, kita harus berkonsentrasi untuk melakukan sesuatu, bagaimana kalau kita bernyanyi?”
“Hah? Nyanyi apa?”
“Kereta api ... kau yang bernyanyi aku yang menyahut sebagai suara latar... oke?”
Tak berapa lama, Arial sudah asyik bernyanyi dengan ditimpali suara Constantina yang sedikit cempreng. Benar juga, karena asyik bernyanyi, dia menjadi tidak mengantuk.
“Naik kereta api...”
“Tuut...tuut...tuuuutttt”
“Siapa hendak turut, ke Banding Surabaya naiklah engkau dengan percuma, ayo kawanku lekas naik keretaku tak ‘brenti lama”
“Naik kereta api...”
“.....”

Arial menunggu sahutan dari Constantina, sedetik.... tiga detik... satu menit.... lalu dia menoleh, dan melihat Constantina telah tertidur pulas...

Semoga cerita anak ini dapat bermanfaat. Baca juga cerita:

<< Kue Dan Sepatu Roda (By Anonim) (By Anonim) >>

Lihat juga kategori: Cerita Rakyat | Fabel / Binatang | Tumbuhan | Putri, Gadis & Dewi | Raja & Pangeran | Tema Umum

Suka halaman ini? Beritahu teman: